Selasa, 18 Juni 2013

Setengah Buku

Hari sudah sudah pagi dan aku terbangun begitu saja tanpa alarm, suara ayam berkokok atau seseorang membangunkanku. Mungkin karena rasa kantuk memang suudah hilang. Aku masih berbaring sembari memerhatikan isi kamarku. Padahal isinya begitu saja tapi entah mengapa hari itu aku ingin.

Beberapa menit berlalu dan aku memutuskan untuk bangun. Aku langsung menuju jendela dan membukanya. Langit masih gelap tapi rasanya sudah pagi. Aku melihat lagi isi kamarku yang masih tidak berubah. Lalu aku duduk dan bersenandung.

Tiba-tiba aku ingat kalau aku punya buku yang belum selesai kubaca. Aku mencarinya ditumpukan buku dan melihat buku yang belum kubaca. Aku jadi bimbang, buku mana yang harus kubaca terlebih dahulu. Aku duduk dan berpikir sejenak.

Aku mengingat cerita di buku yang belum selesai. Aku membayangkan apa saja isinya. Lalu kujejerkan dua buku itu di atas meja. Kulihat buku yang belum kubaca, aku melihat sampulnya dan membayangkan isinya seperti apa.

Beberapa menit berlalu dan aku memutuskan untuk menyelesaikan buku yang belum kubaca. Aku merebahkan diri di kasur dan mulai membaca. Waktu terus berlalu, aku membutuhkan beberapa jam untuk menyelesaikan buku itu sampai akhirnya selesai.

Buku itu kutaruh di atas meja lalu duduk dan membayangkan isinya sambil menatap keluar jendela. Terbayang jelas dipikiranku isi buku itu, sesekali aku tersenyum dan kadang juga mengernyitkan dahi. Masih ada beberapa hal yang belum aku mengerti tapi sudahlah toh sudah selesai.

Aku melihat lagi sampul buku yang belum kubaca. Buku itu berwarna oranye, gambarnya sungguh rumit. Ada ikan, daun, biola, dan manusia. Buku itu tebal dan aku pikir akan butuh waktu lama untuk menghabiskannya.

Aku menatap lagi keluar jendela dan berpikir, "aku mulai membaca buku itu hari ini atau bermain keluar". Tapi langit masih saja gelap seakan tidak mengijinkanku untuk bermain. Padahal waktu yang kuhabiskan di kamar semenak bangun tidur sudah cukup lama tapi entah kenapa langit masih saja gelap.

Aku melamun, pikiranku terbang entah kemana karena setelah sadar aku tak ingat apa yang aku pikirkan. Sepertinya di mulai dari aku keluar dari jendela lalu aku tak ingat apa-apa lagi.

Aku membaca buku sajalah daripada tidak melalukan apapun. Aku buka halaman pertamanya dan anehnya buku ini tidak memiliki kata pengantar ataupun daftar isi. Oh iya, buku ini juga tidak memiliki sinopsis atau sekedar komentar dari orang-orang yang membaca buku ini. Menarik!

Tanpa sadar aku sudah membaca setengahnya tapi masih tidak mengerti apa-apa. Aku tetap tidak bisa berhenti membacanya. Aku perkirakan buku ini tentang pertemanan dua orang yang sama-sama tidak saling mengenal. Aku tidak mau menceritakan isinya nanti tidak membuat penasaran.

Aku merasakan cahaya matahari masuk melalui jendela. Oh rupanya jadi juga siang dan aku tergoda untuk keluar tapi buku ini belum selesai. Aku ingin sekali jalan-jalan dan menyelesaikan buku itu. Aku lagi-lagi diam.

Aku memilih untuk keluar karena hari ini aku telah menghabiskan buku yang belum selesai kubaca. Aku membuka lemari dan mengganti baju, aku menyiapkan barang-barang yang ingin kubawa bermain. Aku tidak membawa payung  walaupun tahu hari ini akan hujan, aku ingin bermain hujan.

Aku membuka pintu dan siap untuk berjalan-jalan. Sepanjang jalan sering sekali aku memikirkan tentang buku itu, buku yang aku belum mengerti isinya tapi menarik. Aku takut kalau sudah selesai kubaca tapi aku tetap tak mengerti isi buku itu, aku tak tahu harus bertanya kepada siapa.

Aku melihat kupu-kupu dan mencoba mendekat tapi ketika kudekati dia terbang, terus berpindah dari bunga yang satu ke yang lain. Akhinya aku meninggalkan kupu-kupu itu karena aku rasa dia tak mau aku ganggu dan aku ingat lagi tentang buku itu.

Aku tak tenang dan aku memutuskan untuk pulang. Aku berlari sekuat tenaga dan ketika sampai rumah aku langsung mengambil buku itu si termpat terakhir aku menaruhnya. Dengan napas yang masih belum teratur aku langsung membaca buku itu. 

Aku semakin tak mengerti dan kulempar buku itu jauh-jauh. Aku kesal karena aku tak mengerti dan tak ada yang bisa kutanya. Aku lagi-lagi diam dan membayangkan buku itu dan aku tetap tak mengerti. Aku semakin kesal.

Sudah ah, aku tak mau membaca buku itu. Aku mau ke toko buku saja mencari buku baru, mungkin aku bisa mengerti isi buku itu kalau aku membaca buku yang baru.

Tidak ada komentar: