Sabtu, 01 Juni 2013

Datang

Kamu itu beraninya mundur dengan alasan menjaga padahal ketika kamu mundur dia juga tidak terjaga. Pertahanan dirimu sebenarnya sudah sangat lemah sehingga sebenarnya kau hanya semakin menghancurkan semua yang sudah kau punya.

Kamu pantasnya disebut pengecut! Oh ya ya, kamu berani melakukan ini dan itu tapi ketika kamu pikir tak akan berhasil lalu kamu berhenti dan lupa, otakmu sudah tak bisa melupakan tapi terprogram untuk lupa hal-hal yang tak kau suka.

Kalau kamu berani mempersalahkanku tentang ini dan itu mengapa kamu tidak berontak dan melawanku. Beraninya cuma sekedar kata, kamu yang yang lebih pengecut. Najis!

Cukup! yang kalian lakukan menyakitiku apapun itu menyakiti. Dua-duanya menyakitiku, berhenti lalu pergi. Bajingan! Kalau mau berhenti kenapa mesti memulai padahal kan kalian tahu resikonya. Selalu begitu, kalau sudah begini aku yang menanggung ulah kalian. Bangsat!

Mengakulah! Kalian tak mau kan disalahkan! Biadab! Kalian pikir enak rasanya?! 

Anjing-anjing itu juga ikut menggonggong seolah lebih tahu mana yang salah dan mana yang benar. Bodoh! Kalian yang paling dekat denganku saja tak tahu apalagi mereka. Anjing!

Kalian tahu kan ini saatnya apa? Berhenti saling menyalahkan dan bantu aku! Jangan jadi bodoh lagi!


Tidak ada komentar: