Minggu, 11 April 2010

Darah dan Kesepian

Aku kembali. Aku kembali dari tidur panjang yang melelahkan. Tidak dapat kulihat lagi senyum diwajahku, semua semu. Aku kesepian. Aku benci keramaian yang sepi. Aku seperti akan mati. Mati dan tak berdaya melawan semua.

Masih kuingat darah waktu itu, darah orang-orang yang kubunuh. Bukan salah mereka tapi salahku. AKu tidak menerima mereka tapi mereka tidak kutinggalkan malah kubunuh. Kubunuh dengan keji.

Aku benci dengan orang-orang yang berseliweran, aku benci orang-orang yang datang dan pergi, aku benci semua yang memanfaatkanku. Dan semua sudah kubunuh dihari itu.

Hari ini aku sudah keluar dari tempat laknat itu dan aku tidak bisa melihat diriku tersenyum.

Tidak ada komentar: