Ketika aku sedang bermain dengan teman-teman, ketika itu juga hujan turun. Tapi hujan kali itu tak menghentikanku yang sedang asyik. Hari itu aku sangat gembira, karena mereka membantuku menghilangkan luka yang perih saat aku jatuh kemarin.
Aku sedang bermain dengan riangnya, tiba-tiba salah satu temanku mendorongku hingga aku terjatuh. Kaki dan tanganku luka-luka dan muncul cairan berwarna merah yang membuatku menangis. Aku takut darah, entah apa yang membuatku takut tapi cairan itu membuatku selalu menangis walau kadang rasanya tidak sampai membuatku menangis.
Waktu itu aku melihat banyak warna merah, warna merah pekat itu keluar dari sesosok tubuh dihadapanku. Dia menatapku, tangannya berusaha meraihku dan ucapannya terbata-bata. Aku tak dapat mengerti maksudnya, tapi hari itu tubuhnya dipenuhi darah.
Tatapan kosong, lutut lemas dan kakiku seakan dipaku diatas lantai berwarna coklat itu, aku hanya diam menatapnya. Lalu datang seorang pria, menarikku pelan dan membisikkan sebuah kalimat "dia sudah tenang". Kalimat yang tidak dapat kumengerti, karena aku tidak melihat ketenangan di tubuh besar itu.
Setelah itu aku tidak ingat apa-apa agi. Selain aku takut darah dan keesokkan harinya aku melihat adikku dimasukkan kedalam sebuah lubang dengan banyak orang menangis tapi ayahku tersenyum.
Sabtu, 15 Agustus 2009
Rabu, 12 Agustus 2009
Pertarungan melawan makhluk aneh
Sesosok makhluk buas dan ganas tiba-tiba muncul dihadapanku. Entah muncul darimana aku tidak tahu, tapi dia kelihatan senang karena berhasil membuatku takut.
Aku tak bisa berkata apa-apa, lututku lemas, jantungku berdetak dengan sangat kencang, kelenjar ketingat dalam tubuhku bekerja dengan sempurna dan entah kenapa aku menangis. Aku merasa tidak ada yang dapat kulakukan.Aku sangat takut dan aku kesal karena merasa tidak dapat menolong siapapun.
Makhluk itu semakin mendekat dan sudah menyentuhku, dia seperti mempermainkan aku dan aku hanya bisa menangis meraung-raung. Dasar makhluk sialan, hardik ku dalam hati. Ini tidak dapat dibiarkan karena dia terus mengganggu tapi aku sangat takut tidak bisa melawannya.
Aku mencari pertolongan, apapun dan siapapun yang kupikir bisa mengalahkannya. Aku tidak bisa lagi berada dekat makhluk itu. Dia sangat menjijikkan dan membuatku mual. Bangsat.
Aku harus menguatkan diriku agar dia takut padaku, tapi apa mungkin. Tubuhnya dua kali lipat tubuhku dan giginya seakan siap untuk menerkam. Sial. Tapi kalo aku tidak bertindak aku pasti mati. Mati, sesuatu yang menenangkan sepertinya, untukku tidak dengan cara seperti ini. Karena aku masih bisa melawan.
Baik. Ini saatnya. Tunggu kau makhluk aneh, aku akan melawanmu. Kamu akan mati ditanganku. Tuhan, berikan aku kekuatan untuk melawan makhluk menjijikkan itu. Dalam sekejap, aku sudah berada dibelakangnya dengan tangan kosong, kugigit kakinya yang penuh luka lalu kujambak rambutnya yang berwarna hijau. Dia bau, aku hampir muntah berada di dekatnya.
Yak. Aku berhasil membuatnya terjatuh. Mampus kau!! eh, tapi dia mendekatiku dan tersenyum. Hah?
lalu bayangannya menjadi tipis dan menghilang. Hilang.
Aku tak bisa berkata apa-apa, lututku lemas, jantungku berdetak dengan sangat kencang, kelenjar ketingat dalam tubuhku bekerja dengan sempurna dan entah kenapa aku menangis. Aku merasa tidak ada yang dapat kulakukan.Aku sangat takut dan aku kesal karena merasa tidak dapat menolong siapapun.
Makhluk itu semakin mendekat dan sudah menyentuhku, dia seperti mempermainkan aku dan aku hanya bisa menangis meraung-raung. Dasar makhluk sialan, hardik ku dalam hati. Ini tidak dapat dibiarkan karena dia terus mengganggu tapi aku sangat takut tidak bisa melawannya.
Aku mencari pertolongan, apapun dan siapapun yang kupikir bisa mengalahkannya. Aku tidak bisa lagi berada dekat makhluk itu. Dia sangat menjijikkan dan membuatku mual. Bangsat.
Aku harus menguatkan diriku agar dia takut padaku, tapi apa mungkin. Tubuhnya dua kali lipat tubuhku dan giginya seakan siap untuk menerkam. Sial. Tapi kalo aku tidak bertindak aku pasti mati. Mati, sesuatu yang menenangkan sepertinya, untukku tidak dengan cara seperti ini. Karena aku masih bisa melawan.
Baik. Ini saatnya. Tunggu kau makhluk aneh, aku akan melawanmu. Kamu akan mati ditanganku. Tuhan, berikan aku kekuatan untuk melawan makhluk menjijikkan itu. Dalam sekejap, aku sudah berada dibelakangnya dengan tangan kosong, kugigit kakinya yang penuh luka lalu kujambak rambutnya yang berwarna hijau. Dia bau, aku hampir muntah berada di dekatnya.
Yak. Aku berhasil membuatnya terjatuh. Mampus kau!! eh, tapi dia mendekatiku dan tersenyum. Hah?
lalu bayangannya menjadi tipis dan menghilang. Hilang.
Senin, 20 Juli 2009
Menikmati Hidup
Ada sebuah kata-kata bijak "Bisa karena biasa.."
Sayangnya banyak yang takut mencoba, sehingga hanya mencapai "saya tidak bisa.."
Kata yang lainnya "kalau kita tidak pernah sedih, nanti jadi sombong.."
Sayangnya banyak yang takut sedih, sehingga selalu mengeluh kalau sedang sedih dan menjadi marah karena diberikan kesedihan.
Padahal tidak ada salahnya untuk menjadi berani menghadapi kesedihan. Karena setelah itu kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Tidak percaya??
Saya percaya. Karena saya pernah mengalami kesedihan. Tentu saja karena saya manusia. Kesedihan dan kebahagiaan selalu datang bergantian.
Dulu saya selalu menikmati kebahagiaan dan ketika kesedihan itu datang saya terus mengeluh, marah, menyalahkan orang lain atas kesedihan saya. Tapi, itu dulu..
Tapi sekarang saya menikmati keduanya. Ya. Kebahagiaan dan kesedihan.
Ketika kebahagiaan datang saya menikmatinya, terus sampai merasuk ke hati dan selalu ingin berbagi kebahagiaan itu dengan orang yang berada di sekitar saya.
Lalu setelah itu kesedihan datang, sebenarnya saya tidak lagi ingin menyebut itu kesedihan karena saya menikmatinya. Jangan pernah takut, hal itu pasti akan datang karena hidup ibarat roda. Tapi kalau kita pintar meramu kesedihan itu maka kita akan terus bahagia. Ketika dia datang, maksud saya kesedihan. saya akan membiarkan saya merasakan hal itu, lalu hilangkan pikiran negatif dan munculkan pikiran positif.
Maka, hilanglah rasa sedih Karena saya yakin setelah ini akan datang hal yang lebih baik.Yakinlah kepada diri sendiri kalau kita mampu dan kuat.
Karena semua muncul dari diri sendiri.
Sayangnya banyak yang takut mencoba, sehingga hanya mencapai "saya tidak bisa.."
Kata yang lainnya "kalau kita tidak pernah sedih, nanti jadi sombong.."
Sayangnya banyak yang takut sedih, sehingga selalu mengeluh kalau sedang sedih dan menjadi marah karena diberikan kesedihan.
Padahal tidak ada salahnya untuk menjadi berani menghadapi kesedihan. Karena setelah itu kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Tidak percaya??
Saya percaya. Karena saya pernah mengalami kesedihan. Tentu saja karena saya manusia. Kesedihan dan kebahagiaan selalu datang bergantian.
Dulu saya selalu menikmati kebahagiaan dan ketika kesedihan itu datang saya terus mengeluh, marah, menyalahkan orang lain atas kesedihan saya. Tapi, itu dulu..
Tapi sekarang saya menikmati keduanya. Ya. Kebahagiaan dan kesedihan.
Ketika kebahagiaan datang saya menikmatinya, terus sampai merasuk ke hati dan selalu ingin berbagi kebahagiaan itu dengan orang yang berada di sekitar saya.
Lalu setelah itu kesedihan datang, sebenarnya saya tidak lagi ingin menyebut itu kesedihan karena saya menikmatinya. Jangan pernah takut, hal itu pasti akan datang karena hidup ibarat roda. Tapi kalau kita pintar meramu kesedihan itu maka kita akan terus bahagia. Ketika dia datang, maksud saya kesedihan. saya akan membiarkan saya merasakan hal itu, lalu hilangkan pikiran negatif dan munculkan pikiran positif.
Maka, hilanglah rasa sedih Karena saya yakin setelah ini akan datang hal yang lebih baik.Yakinlah kepada diri sendiri kalau kita mampu dan kuat.
Karena semua muncul dari diri sendiri.
Selasa, 07 Juli 2009
Memilih untuk diri sendiri
Manusia tidak sempurna, tapi dia bisa jadi sempurna ketika dia dapat menyembunyikan dirinya.
Tekanan.
Hal yang tidak mengenakan, bahkan bagi sebagian orang hal yang dihindari.
Saya pun tidak menyukainya, tapi saya mencoba untuk selalu menikmatinya.
Tekanan membuat kita lompat lebih tinggi. Sangat tinggi.
Pilihan.
Ketika tertekan tentu rasanya tidak enak. Pasti.
Tapi memilih untuk bangkit itu jauh lebih baik daripada terus jatuh dan menyakiti diri.
Semua hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang kita rasakan berasal dari diri sendiri.
Kita harus memilih untuk hidup kita.
Seperti kata Socrates, kita harus memilih untuk menjadi bahagia.
Hari ini.
Saya kadang masih tidak menyukai tekanan.
Tapi dengan adanya tekanan.
Saya bisa bergerak, saya bisa menulis, saya bisa menggambar.
Dan saya bisa melakukan apa yang saya mau.
Bisa menjadi lebih kuat.
Seharusnya saya berterima kasih dengan tekanan itu.
Dan saya memang berterima kasih dengan tekanan itu.
Karena ketika tekanan itu hilang, saya dapat merasakan hal yang sangat menyenangkan yang dapat mengubah saya sedikit demi sedikit.
Terima Kasih kepada orang-orang yang memberi saya tekanan.
-untuk semua yang sedang tertekan-
..haha..
Tekanan.
Hal yang tidak mengenakan, bahkan bagi sebagian orang hal yang dihindari.
Saya pun tidak menyukainya, tapi saya mencoba untuk selalu menikmatinya.
Tekanan membuat kita lompat lebih tinggi. Sangat tinggi.
Pilihan.
Ketika tertekan tentu rasanya tidak enak. Pasti.
Tapi memilih untuk bangkit itu jauh lebih baik daripada terus jatuh dan menyakiti diri.
Semua hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang kita rasakan berasal dari diri sendiri.
Kita harus memilih untuk hidup kita.
Seperti kata Socrates, kita harus memilih untuk menjadi bahagia.
Hari ini.
Saya kadang masih tidak menyukai tekanan.
Tapi dengan adanya tekanan.
Saya bisa bergerak, saya bisa menulis, saya bisa menggambar.
Dan saya bisa melakukan apa yang saya mau.
Bisa menjadi lebih kuat.
Seharusnya saya berterima kasih dengan tekanan itu.
Dan saya memang berterima kasih dengan tekanan itu.
Karena ketika tekanan itu hilang, saya dapat merasakan hal yang sangat menyenangkan yang dapat mengubah saya sedikit demi sedikit.
Terima Kasih kepada orang-orang yang memberi saya tekanan.
-untuk semua yang sedang tertekan-
..haha..
Langganan:
Komentar (Atom)