Senin, 20 Juli 2009

Menikmati Hidup

Ada sebuah kata-kata bijak "Bisa karena biasa.."
Sayangnya banyak yang takut mencoba, sehingga hanya mencapai "saya tidak bisa.."

Kata yang lainnya "kalau kita tidak pernah sedih, nanti jadi sombong.."
Sayangnya banyak yang takut sedih, sehingga selalu mengeluh kalau sedang sedih dan menjadi marah karena diberikan kesedihan.

Padahal tidak ada salahnya untuk menjadi berani menghadapi kesedihan. Karena setelah itu kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Tidak percaya??

Saya percaya. Karena saya pernah mengalami kesedihan. Tentu saja karena saya manusia. Kesedihan dan kebahagiaan selalu datang bergantian.

Dulu saya selalu menikmati kebahagiaan dan ketika kesedihan itu datang saya terus mengeluh, marah, menyalahkan orang lain atas kesedihan saya. Tapi, itu dulu..

Tapi sekarang saya menikmati keduanya. Ya. Kebahagiaan dan kesedihan.
Ketika kebahagiaan datang saya menikmatinya, terus sampai merasuk ke hati dan selalu ingin berbagi kebahagiaan itu dengan orang yang berada di sekitar saya.
Lalu setelah itu kesedihan datang, sebenarnya saya tidak lagi ingin menyebut itu kesedihan karena saya menikmatinya. Jangan pernah takut, hal itu pasti akan datang karena hidup ibarat roda. Tapi kalau kita pintar meramu kesedihan itu maka kita akan terus bahagia. Ketika dia datang, maksud saya kesedihan. saya akan membiarkan saya merasakan hal itu, lalu hilangkan pikiran negatif dan munculkan pikiran positif.

Maka, hilanglah rasa sedih Karena saya yakin setelah ini akan datang hal yang lebih baik.Yakinlah kepada diri sendiri kalau kita mampu dan kuat.
Karena semua muncul dari diri sendiri.

Selasa, 07 Juli 2009

Memilih untuk diri sendiri

Manusia tidak sempurna, tapi dia bisa jadi sempurna ketika dia dapat menyembunyikan dirinya.

Tekanan.
Hal yang tidak mengenakan, bahkan bagi sebagian orang hal yang dihindari.
Saya pun tidak menyukainya, tapi saya mencoba untuk selalu menikmatinya.
Tekanan membuat kita lompat lebih tinggi. Sangat tinggi.

Pilihan.
Ketika tertekan tentu rasanya tidak enak. Pasti.
Tapi memilih untuk bangkit itu jauh lebih baik daripada terus jatuh dan menyakiti diri.
Semua hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang kita rasakan berasal dari diri sendiri.
Kita harus memilih untuk hidup kita.
Seperti kata Socrates, kita harus memilih untuk menjadi bahagia.

Hari ini.
Saya kadang masih tidak menyukai tekanan.
Tapi dengan adanya tekanan.
Saya bisa bergerak, saya bisa menulis, saya bisa menggambar.
Dan saya bisa melakukan apa yang saya mau.
Bisa menjadi lebih kuat.
Seharusnya saya berterima kasih dengan tekanan itu.
Dan saya memang berterima kasih dengan tekanan itu.
Karena ketika tekanan itu hilang, saya dapat merasakan hal yang sangat menyenangkan yang dapat mengubah saya sedikit demi sedikit.

Terima Kasih kepada orang-orang yang memberi saya tekanan.

-untuk semua yang sedang tertekan-
..haha..

Minggu, 07 Juni 2009

Cobalah

Hidup.
Tidak semua yang kita inginkan dapat kita miliki.
Tidak semua yang kita rencanakan dapat terwujud.
Kenapa?
Karena kita manusia?
bukan..
karena kita tidak yakin, kurang yakin atau memang tidak mencoba.

Maka yakinkanlah dan cobalah.
kalau memang bukan yang kita inginkan maka akan muncul yang kita butuhkan.
Setidaknya coba, maka kita tahu apa rasanya.

Sesuatu yang tidak terduga akan muncul.
Takut bukan pilihan tapi tantangan untuk berani.

Kamis, 04 Juni 2009

Diri sendiri atau menipu diri?

Mengapa banyak orang hidup demi penilaian orang lain?

Mereka hidup untuk dinilai oleh orang lain, hidup mereka untuk menyamankan orang lain, padahal tidak jadi diri sendiri.
Memang manusia makhluk sosial.
Tapi apa guna hidup untuk orang lain, untuk dinilai, untuk dipuji atau dipersalahkan bahkan ketika dia merasa benar.
Hidup ini miliknya.

Tanpa disadari mereka bunglon, tapi banyak dari mereka meyakini bahwa mereka jadi diri sendiri.
Jujurkah? atau mereka berhasil menipu diri sendiri?

Hidup itu penuh pilihan.
Jadi biarlah mereka memilih untuk jadi sama atau beda, tapi jangan pernah mempermasalahkan hidup orang lain.

-kereta api, 02:20-